PENGENDALIAN HAMA TIKUS TERPADU DI KECAMATAN BALONGAN
Balongan- Keadaan ketahanan pangan nasional berpengaruh besar terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan politik Indonesia. Padi merupakan salah satu komoditi di Indonesia yang masih banyak digeluti oleh jutaan petani.
Salah satu unsur penting dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional adalah dengan meningkatkan produktivitas tanaman padi.

Peningkatan indeks pertanaman padi seperti yang biasa dilakukan oleh petani yaitu 2 kali musim tanam dalam setahun dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas padi namun terkadang menimbulkan permasalahan lain yaitu meningkatnya populasi hama seperti tikus sawah keengganan petani melakukan sistem tanam serempak juga mengakibatkan hama tikus meningkat.
UPTD Pertanian Kecamatan, Koordinator Penyuluh Pertanian dari Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Balongan, bersama Pemerintah Kecamatan Balongan Kabupaten Indramayu Jawa Barat, bersama puluhan petani melakukan pembasmian hama tikus (Rattus argentiventer) di persawahan petani, Rabu (28/12/2022).
Dalam rangka pengendalian hama tikus yang menyerang sawah petani, bersama Pemerintah Desa pihak UPTD didampingi Camat Balongan melaksanakan pemberantasan hama tikus dengan kearifan local “gropyokan”.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh UPTD Pertanian Kecamatan Balongan dan Koordinator Penyuluh Pertanian dari Balai Penyuluhan Pertanian, POPT Kecamatan Balongan, Camat Balongan, Kepala Desa, BPD, Kelompok tani, Perangkat Desa, dan masyarakat Desa setempat.
“Gropyokan tikus ini adalah salah satu solusi untuk mengurangi persebaran tikus yang kerap kali merusak tanaman padi” Kata Camat Balongan Opik Hidayat menuturkan saat gropyokan bersama warga”, kata Camat Balongan.
Selain itu UPTD Kecamatan Balongan Lia Fitri Yani, menyarankan untuk para petani agar kompak dan bergotong royong saat menyambut musim tanam pertama dan musim tanam kedua dengan meningkatkan kegiatan gropyokan secara rutin oleh petani/kelompok tani”, ucapnya.

“Kami bersama pemeritah Kecamatan Balongan akan terus monitoring kegiatan para petani dalam pelaksanan musim tanam pertama ditahun ini, apalagi musim kemarau yang tak maksimal sehingga hama seperti tikus, belalang dan yang lainnya cendrung akan lebih banyak pada musim tanam padi”, sambungnya.
Sementara itu di lapangan, para petani atau kelompok tani beramai-ramai membawa tongkat kayu untuk memukul tikus-tikus yang berhamburan keluar setelah lubang rumahnya ditaburi bubuk sebuk yang dicamur dengan belerang dan dedek alus.
Dengan kegiatan gropyokan tersebut diharapkan benar-benar dapat memberikan manfaat bagi petani, dan mampu mengurangi jumlah populasi tikus-tikus yang ada di area persawahan kususnya dikecamatan Balongan, sehingga petani mendapatkan hasil panen sesuai dengan yang diharapkan.
(Kus Hendarti, SP - Penyuluh Pertanian Madya)
Comments
Post a Comment